Sabtu, 14 Februari 2009

Sajak


KAKI DRUPADI
/1/
sudah kali keberapa kau haturkan om swastiastu namun ia tetap tak menggubris
apa mungkin ia benci pandawa hingga tak tahu harus memilih siapa
setiap waktu ia harus melayaninya, satu-persatu
atau mungkin tak ada cengkraman dalam dada yang menyesakkan
memang, dalam ruangannya terdapat sekat-sekat yang kau tak memiliki
bisa jadi, ia dicipta oleh dewa, sebagai penjajah, bagi pandawa

selendang merahnya selalu menutup wajahmu
gelang-gelangnya menjelma kalung: penjerat leher
apalagi, kakinya sebagai akar—elan vitalis—kehidupanmu
dan kau tak sanggup untuk itu…

sekarang, krishna tak berdaya
kewalahan dalam bergaya
hentakan kakinya mengguncangkan
semua ikut bergoyang
bahkan ia mempertaruhkan tubuhnya
walau berat tapi terasa ringan
dan siapapun jua akan mudah menikmati
tapi esok akan mati sunyi
sampai kau-ia menggapai kasunyatan…

/2/
setiap kali kau mengekorinya sabdamu membungbungkan pada altar dewa dan ini sudah cukup lama kau menjalani hingga cabang bayi di kandunganmu sering bertaruh untuk maut. entahlah tak habis pikir!
pula, kaki-kakimu selalu menghentakkan tanah seraya mengiring alunan tabla ria.

/3/
tak perlu engkau dengar apa yang mereka ujar
biar semua nanar dengan rupa damar
dan jangan satupun boleh berujar:
engkau piawai meritmekan senandung kelambu
sebab kau terlahir untuk kita
bukan untuk siapa-siapa…
kau drupadi masa kini
paras cerlang
rambut menyibak
tangan menggerayang
kaki menginjak

selamat, engkau drupadi…
yang menjadi saksi dan bertaruh demi pandawa

Kamis, 22 Januari 2009

Lomba


Pendaftaran Diri dan Nominasi Peserta Ubud Writers & Readers Festival
Pecinta sastra Indonesia

Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) yang merupakan festival sastra Internasional mengundang nominasi dan pendaftaran diri penulis Indonesia untuk pemilihan peserta periode ke enam yang akan terselenggara pada 7- 11 Oktober 2009. Akan dipilih 10 penulis dari seluruh pelosok Indonesia.
Para penulis yang mendaftar akan dipilih oleh Dewan Kurator dengan kriteria penilaian yang meliputi: kualitas karya, dedikasi pada pengembangan kesusatraan Indonesia, prestasi dan konsistensi dalam berkarya.
Seleksi ini bukanlah ajang kompetisi maupun penghargaan sastra sebab tujuan utama proses seleksi ini adalah menyusun program festival bertaraf internasional yang membuka wawasan dunia akan keanekaragaman khazanah sastra Indonesia.
Peserta yang terpilih akan diundang mengikuti festival ini dan berkesempatan bertemu dan bertukar pikiran dengan para penulis mancanegara dalam rangkaian kegiatan festival yang berlangsung selama 5 hari. Kegiatan festival meliputi: disksusi panel, pembacaan karya, bincang-bincang penulis, dan lokakarya.
Bila Anda adalah penulis Indonesia, atau mengenal penulis yang Anda anggap layak, layangkan pendaftaran sesuai syarat dan ketentuan di bawah ini:
• Penulis warga negara Indonesia
• Menulis karya sastra, baik berupa puisi, prosa, maupun karya non- fiksi baik yang sudah diterbitkan maupun belum.
Kirimkan:
• Biodata dalam bahasa Indonesia
• Karya - karya terbaik
• Tuliskan juga topik yang menarik untuk dibahas dalam festival.
Kirim ke sekretariat panitia UWRF paling lambat tanggal 5 Februari 2009 (cap pos)
Di tujukan kepada : Kadek Purnami Ubud Writers & Readers Festival Jl. Raya Sanggingan Ubud - Indus Restaurant PO Box 181, Ubud Bali 80571.
Bagi penulis dari luar Bali yang terpilih, Panitia akan menangung biaya transportasi (penerbangan) dan akomodasi selama berlangsungnya acara.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi Kadek Purnami: Telp / Fax : 0361-977408
Email:Info@ubudwritersfestival.com/ kadek.purnami@ubudwritersfestival.com www.ubudwritersfestival.com
Keputusan panitia tidak dapat diganggu gugat. Semua berkas pengajuan beserta buku yang telah dikirimkan, akan menjadi hak panitia.

Informasi Tambahan :
Ubud Writers & Readers Festival
UWRF merupakan salah satu aktivitas dari program Yayasan Mudra Swari Saraswati. Festival ini sudah berlangsung selama empat kali. Beberapa penulis Indonesia yang sudah pernah mewakili Indonesia diantaranya:
Tahun 2004
Goenawan Moehamad, Dewi Anggraeni, Toeti Heraty, Dorothea Rosa Herliany, Murti Bunanta, Putu Oka Sukanta, Richard Oh, Mas Ruscitadewi, Bodrex Arsana, Putu Suasta, Warih Wisatsana, A.A Made Djelantik, Wayan Arthawa dan Tan Lioe Ie.
Tahun 2005
Ayu Utami, Djenar Maesa Ayu, Dewi Lestari, Oka Rusmini, Moemar Emka, Eka Kurniawan, Joko Pinurbo, Azhari, Laire Siwi Mentari, Rachmania Arunita, Rosni Idham, Muhammad Salim, Marianne Katoppo, Maliana, Pranita dewi, dan Kadek Sonia Piscayanti.
Tahun 2006
Sapardi Djoko Damono, Putu Wijaya, Laksmi Pamuntjak, Linda Christanty, Acep Zamzam Noor, Raudal Tanjung Banua, Ari Pahala Hutabarat, Reza Idria, Fozan Santa, Goenawan Muhamad, John F.Waromi, Vira Safitri, Sitok Srengenge, Putu Setia, Nirwan Dewanto, Iswadi Pratama, dan Ida Ayu Oka Suwati Sideman, Sitok Srengenge.
Tahun 2007
Ahmad Tohari, Anand Krishna, Cok Sawitri, Debra H Yatim, Dorothea Rosa Herliany, Ida Wayan Oka Granoka, Hamid Basyaib, Isbedy Stiawan Zs, Isman Hidayat Suryaman, Julia Suryakusuma, I Ketut Sumatra, Marhalim Zaini, I Gusti Ngurah Harta, Ratih Kumala, Ratna Indraswari Ibrahim, Wiratmadinata.

Tahun 2008
Andrea Hirata, Triyanto Triwikromo, Melanie Budianta, Mashuri, M. Faizi, Lily Yulianti Farid, Dino Umahuk, Butet Manurung, Dyah Merta, Reda Gaudiamo, Iyut Fitra, Muhamad Guntur Romli, Dewi Ria Utari.

Lomba

Lomba Puisi & Esai Anti Zionisme Israel
Topik: Seputar Dunia Sastra Indonesia
Palestina, sejarah panjang tentang diskriminasi kebebasan, padahal kebebasan itu sendiri diperjuangkan habis-habisan oleh orang Barat lewat HAM-nya. Inilah contoh kegagalan. Kini, lagi-lagi dalam kurun panjang penjajahan Zionis Israel, Gaza kembali berlumur darah. Palestina lumpuh. Inilah krisis kemanusiaan terbesar di abad ini. Sementara dunia internasional hanya diam di tengah kebiadaban Zionisme Israel.
Buktikan kepedulian Anda sebagai ummat manusia, salah satunya dengan mencurahkan isi hati dalam bentuk esai dan puisi bertema “ANTI ZIONISME ISRAEL”.
• Tiap esai atau puisi yang Anda kirimkan akan di-post di blog ini: www.kickzionism. multiply. com.
Syarat-syarat:
Lomba Esai
• Esai berbahasa Indonesia atau Melayu dalam bentuk feature atau opini, 4-8 halaman A4, spasi 1,5, font Times New Roman. Boleh kirim lebih dari 1 esai.
• Esai dikirimkan ke email samlamafa77@ gmail.com (attachment RTF) paling lambat tanggal 1 Mei 2009 pukul 00.00 (12 malam) dengan subjek email: [LOMBA ESAI] [JUDUL ESAI]. Cantumkan biodata singkat, alamat email dan no.telp/hp di akhir tulisan.
• Tidak diperkenankan menjiplak tulisan orang lain. Orisinalitas dan kejujuran adalah hal utama.
• Pastikan Anda telah terdaftar sebagai contact pada blog www.kickzionism. multiply. com.
Lomba Puisi
• Puisi berbahasa Indonesia atau Melayu. Boleh kirim lebih dari 1 puisi.
• Puisi dikirimkan ke email: samlamafa77@ gmail.com (attachment RTF) paling lambat tanggal 1 Mei 2009 pukul 00.00 (12 malam) dengan subjek email: [LOMBA PUISI] [JUDUL PUISI]. Untuk yang kirim lebih dari 1 puisi, ketik 1 judul puisi saja.Cantumkan biodata singkat, alamat email dan no.telp/hp di akhir tulisan.
• Tidak diperkenankan menjiplak tulisan orang lain. Orisinalitas dan kejujuran adalah hal utama.
• Pastikan Anda telah telah terdaftar sebagai contact pada blog www.kickzionism. multiply. com.

HADIAH
Pengumuman lomba diumumkan pada 15 Mei 2009 melalui blog www.kickzionism. multiply. com.
1. Esai dan puisi terbaik pertama mendapat paket buku masing-masing senilai Rp. 300.000 (tiga ratus ribu rupiah).
2. Esai dan puisi terbaik kedua mendapat paket buku masing-masing senilai Rp. 200.000 (dua ratus ribu rupiah).
3. Esai dan puisi terbaik ketiga mendapat paket buku masing-masing senilai Rp. 150.000 (seratus lima puluh ribu rupiah).





Sajak


Berangkat Layu
—Niswah
kelopak mawarku kusut-lusuh terkulai di hamparan bertepi, terhimpit hidup dan mati. putiknya bergelar mulai hengkang tak beraturan hingga kumbang-kumbang jengah datang. seisi ruang pun turut dalam keheningan, terarak kedukaan.

aku dan hatiku mengiba apa yang kau rasa jiwa dan raga tak berasa, karena aku bukanlah kumbang yang suka menjamah bunga sembarangan. mataku mulai sembab terharu akan sebab, pula hati merawankan sebuah akibat.

‘kasih gerangan apa yang kau rasa?’

kutak paham karena engkau membungkam
kutak jelas karena engkau mellas
kutak terpikir karena engkau getir

tapi, mata hati selalu tahu apa yang kau unduh dan sang wisesa sering memberi tahu tentang siratan ruh melalui ayat-ayat syahdu. sedu-sedan telah kusampaikan pada malam temaram, jua ratapan sudah kurebahkan di awan-awan yang sedang berlenggang ‘tuk menunggu suatu keajaiban agar bisa mengembang..

(RS. DKT 09/02/2007)

LEPASKAN

ingin sekali aku melepaskan wajahmu—yang selalu mengikat hati hingga sesak—dari ruang tubuhku. apalagi, ikatanmu amatlah kokoh, seperti lilitan rantai besi yang terikat pada tubuh mesiah di tiang gantung. rasanya, harapan itu sebatas pintu angan.
kasih, mampukah dengar riak darah jantungku supaya kau bisa merasakan apa yang kurasa. tapi mengapa wajahmu selalu menggambarkan warna biru cerah pada layar semesta, serasa kau tuli dengan jerit hati ini! atau mungkin tuhan yang sengaja mengirisku secara perlahan, hingga imanku sebatas air mendidih dalam panci. kalaulah begitu, biarkan aku mati atas rantaimu dan setan menjemputku, menuju dunia pembebasan, dan mengajariku makna hidup; bahwa hidup sebuah perjudian yang berada pada putaran begel, yang sering bergulir dengan liar.
tolong, bukakan rantaimu ini atau kau biarkan aku mati dalam ketir terbalut kafir



EPISODE PADA RANJANG



/1/

pernah sesekali, malaikat malam menghaturkan salam birahi. sepasang pahanya menggambarkan huruf M. rasanya, mataku terjerat, terikat dengan simbolnya. lalu, ular dalam nadiku merayap liar. tak mampu kuhalang. aacchh………….
malaikat-aku beradu dalam gagu sehingga kami pun menyatu dalam kabut tabu. dan kami terbang melewati alam buta, tanah tak bernama dan langit tak bernyawa. “ini baru petualangan,” gumamku.
malaikat hanya bisa tersenyum, mengembangkan pipi serasa mawar merekah, seraya memeluk erat tubuhku dalam kehampaan yang amat bermakna dan menindihkan ruhnya dengan bebas. kutersengal dalam kebebasan. “mari haturkan erang tanpa beban biar tuhan mendengar,” tambahnya.
/2/
gumulan demi gumulan telah kita lalui seksama. tak satupun lakon tersisa di balik bra-celana dalam, semua terhempas pada udara beku. aku-kau bersemayam pada biru surga—rasa, menyiratkan sebuah eksistensialis.

“mas, aku ingin lebih dari malam ini,” pintamu

sungguh tak kunyana, birahi bertabur puing-puing debu jahanam. aku tak kuasa, seperti hasrat mati bisma terhadap srikandi. tapi, hendak apalagi yang harus kulakoni agar kau merasakannya lebih!

“mas, hayo berusahalah.”

urat malangkah ketir
darah mengalir perih
dan jantung dilalap api

“aku tak sanggup.”

Selasa, 13 Januari 2009

Esai

WHY ISRAEL ?
Israel is gathering storm, it still shows barbarian attitude towards to the values of humanity, which should be a high-thought, in the Gaza boundary line, as if power— even arrogant—take away to the threshold of success, the strength of Hamas to conquer, so the Zionist troops are occupying to the heart of the city Gaza, with a bomb, Sunday (4/1). And the aggression is noted as the largest in the area along the "Lebanon War" since 2006.
In this case, the aggression of Israel can not be forgiven again. For land, it aggression must be paid in an expensive (by Israel) with local people, where children have to hysterical screamed, fearfully, with the profanity, and even have lost both parents, because of Zionist aggression. Many people scattered, a difficult for knowing-identify, and dozens of people injured. Also, the economical sectors are deflation experiencing; even threaten a stability of peacefulness.
The people are still not capture to this phenomenon. Demonstration, every where, that criticize for Israel held in the countries of the world, included Indonesia has sent delegated. In addition, the reinforcement; materials and volunteers, people from various organizations and parties. In the meantime, there must be real steps in realizing peacefulness in both countries, not only keep the act of demonstration, which ultimately will not give vitals impact on the humanitarian and peaceful on earth. Ironically, security-council in the United Nations considered slowest. What’s up?
Bush and Obama
While Bush still occupies the position President of United States, he issued a statement said a repressive and always to share allies, against Palestinians, especially Hamas stronghold, that the Hamas has spread a terror(ism) to the world. Related, Bush is not leaders who are able to be changes and shows new wind of peace in the Middle-East. Thus, it is stabilizing unite the world community about the origin currycomb Bush is in it, because the aggression of Israel, the rat is a way for Bush, in prestige rescuing—able—achievement as a former United States president, and to eliminate negative-stereotype Bush (mastermind of people) this turmoil in the world eyes. Of course, it is a magical Bush agenda, directly.
So, how the role of state super-power leaders, at present, has a largest-role at peaceful of agenda in the world? Barrack Obama elected President even be silent with this phenomenon. What Obama leadership may not escapes from the shadow Bush? In fact, long distance, the presidency of super-power has a large role (charisma) in the body of the United Nations. But, why there’s no actor and action in solving this problems, concretely? Or the Jerussalem—influential—accordance with K. Armstrong.
Indeed, the world is too excessive when people of the world waiting to see the role of Obama to case of Israel's aggression. Obama should virus nursery peacefulness to the community. Be pitied, Obama still quite—with thousand languages—in the Israel aggression against Gaza as if silence is golden have become jargon. Or, perhaps, Obama is too sure for campaign with the motto, which is always propagandize, be able to succeed and president of the United States as the first president of the black. "We change. We can."
Further away, the world (especially the leaders of countries) should not wait for the act or the action of the idol (Barrack Obama)—perhaps conspiracy, but must be coupled hands with each other and urged the United Nations must security-council of United Nation sprightly and quickly; make decision. And not longer need to moment "criticism" because humanism has lost for the sake of political Zionist.
Manifestation Politics
The demographics, populated of the sand (East-Central) have stigma; anti-Jewish. Obviously, the history still bleak, which is a war going on at the area was dominated by each other, neighboring countries. Start from the crusade to Israel-Palestine at this time. Even in reference Semitic religion (al-Qur’an-Gospel); Zionist is specter that their lives will always damaged. But, keep in mind-religious reference is not a destiny, or provisions of his, but representation in the social interaction and culminate humanist-implicated. What should be processing for peacefulness???
Than—of course—religious reference should be detail reconstructed because war is going implementation of politics of Israel-Hamas a jog each other, in order to strengthen the country (of power) in the Palestinian areas. In the meantime, the religious / priest, the leader of the country and even the United Nations must find the right solutions in war manifestation both parties, precisely the political reach and power alone, possibly, a recognition of both parties (Israel-Hamas) for the world. So, it time’s not “investigate playing” each others, but how to create a humanistic sporadically the world. And of course, the people of the world take part its. Bringing together both parties to conduct negotiations or dialogue even has already done many times. Or peace in the Middle-East peace will not happen forever, for justice is never-thought by members of the UN, for the Aristoteles (384-322 BC): "for organizing the peace more difficult than to win from the war." Or we'll just have to be spectators of the Cinema 'died-tragedy,' and as counter; how many victims will fall again? ***